Traveling Ojo Ngeyel !!

By ara - 6/19/2016

Salah satu hal yang paling harus diperhatiin sebelum jalan-jalan itu adalah dengerin omongan orangtua. Kalau kata orang jawa "ojo ngeyel" hahaha. Nah, gara-gara nggak ngikutin si "ojo ngeyel" ini akhirnya gue ngedapetin sebuah pengalaman perjalanan yang nggak bakalan pernah gue lupain dan menjadi pelajaran hidup buat kedepannya.

Ceritanya gini, Awal bulan Maret 2016 tahun ini. Gue berencana pergi naik gunung Sindoro tepatnya di Wonosobo- Jawa Tengah. Niat awal gue rencana berangkat dari Bekasi tetapi ada beberapa perubahan rencana sehingga gue berangkat dari Surabaya. Yappp... diluar prediksi gue itu juga.

Kenapa dari Surabaya ? Karena gue mengikuti Open requitment Tes masuk PLN yang berada di Surabaya. Sebelum gue cerita pengalaman gue di Surabaya, gue sempat berantem sama orangtua gue dan pacar gue (bukan pacar tapi om-om simpenan gue).

Gue udah merencanakan liburan bareng sama om-om simpenan gue, sampai sampai gue udah berekspetasi tinggi dengan perjalanan yang menyenangkan. Yang pertama; Gue bakal naik bis bareng, duduk bareng, ngobrol bareng, ketawa bareng,  kentut bareng, hingga makan ampas kopling bareng. Semua udah di tulis di list perjalan gue bersama om-om gue. Tetapi 2hari sebelum gue berangkat ke Surabaya gue memberi kabar ke om-om simpenan gue kalau gue bakal pergi ke Surabaya dan ikut pendaftaran PLN, tetapi setelah gue memberi kabar ke om-om itu seketika dia menjadi ngambek dan kesel karena realitanya list yang sudah gue susun gagal. Oiaaa nggak enak juga ya mangil om-om sebenernya ada nama beken nya, nama nya Jali.


Next, Jali akhirnya bilang sama gue.. 'Dek udah nggak usah pergi naik gunung, lagian juga nanti kamu naik apa dari Surabaya ke Wonosobo???'. Dengan gaya staycool gue akhirnya gue tetap keras kepala untuk tetap pergi berangkat naik gunung dari Surabaya. 

Selang beberapa hari keberangkatan akhirnya gue bisa menginjakan kaki di Surabaya kota terpanas kedua setelah tempat tinggal gue Bekasi. Sesampainya disana gue mengikuti pendaftaran seleksi administrasi PLN. Karena pengumunanya 2 minggu lagi akhirnya setelah pendaftaran gue langsung cabut ke stasiun kereta Surabaya untuk pergi langsung ke Semarang.

Sebelum di Rampok !

Jadi, untuk bisa sampai di Wonosobo gue harus transit dulu ke Semarang dan barulah ke Wonosobo. Sesampainya di Stasiun kereta Pasar Turi dari Surabaya gue naik kereta bisnis ya inilah perjalan sendirian yang pernah gue alami. Cukup deg-deg an dan harus berhati-hati sebab kita ngak bakal tau apa yang akan terjadi. Jarak antara Surabaya ke Semarang menempuh waktu sekitar 5jam menggunakan kereta. Cukup membosankan memang menunggu sendirian hingga akhirnya kereta itu sampai di Semarang.

Sesampainya di Semarang, gue di jemput dengan teman baru yang gue, yang gue kenal dikantor. Awalnya gue kenal dia karena gue dan dia (Andip sebut saja namanya) itu karena di jodohin. Seumuran dengan gue 22tahun. pria dengan bulu hidung yang panjang, rambut klimis, mata belo, hidung uzbekistan, tinggi badan 169milimeter, berat badan propesional macam aderay.Dan kenapa dia dijodohin sama gue karena dia udah jadi pegawai di PLN dan dia sedang mengalami konflik dan perang bersama istri aslinya. hahaha mksdnya pacar LDR dia. 

Cukup menunggu lama sekitar setengah jam menunggu dia datang, gue mulai merasakan hawa hawa tak kasat mata tapi gue masih biasa aja. titittt.. tititttt.. titittt.. yaap Telpon gue mulai berdering , Usut punya usut ternyata itu ulah Andip yang mencoba menghubungin gue bahwa doi udah sampai. Kita mulai dengan menaruh barang seperti carier di rumah dia dan setelah itu gue mandi dan bergegas mencari makan diluar. Untungnya Andip yang mentraktir, rezeki nggak kemana ya.

Saat perjalanan menuju tempat makan gue di ajak ketempat cafe atau bisa di bilang candle light dinner. Tempatnya memang romantis dan disungguhin view kerlap kerlip cahaya malam yang sangat indah bukan main. Kita menghabiskan waktu dengan bercerita dengan pasangan masing-masing. Yap gue dan dia memang sudah punya pasangan. Cukup basa basi nya.. akhirnya gue minta untuk balik pulang kerumah karena hari sudah cukup larut dan gue mulai takut dengan keadaan sekitar jalan Semarang. Sebelum gue balik pulang gue di antar ke beberapa tempat untuk berkeliling kota semarang melihat keindahan Kota Semarang.. mmmhhh... Siapa sangka ternyata motor yang kita naikin sudah di incar oleh para Pejambret, Perampok, Dan para musuh  Semarang. Kronologinya seperti ini..




Jrengggg ... Jrenggg .. Jrenggg..
Setelah gue berkeliling kota semarang pukul 11malam, gue mengambil beberapa foto berdua untuk di jadikan kenang kenangan nggak ada maksud apa apa hanya jadi ini nantinya akan di jadikan wallpaper dinding kandang ayam. Bahkan video juga sempat mengabadikan perjalanan gue di Semarang, Rencananya gue akan buat dokumenter perjalanan gue sndiri. Mmmmhhhh.. siapa duga namanya Musibah kan nggak ada yang tau ya.. perjalanan hampir 10menit lagi untuk bisa mencapai rumah, tetapi dengan bodohnya tas yang berisi barang pribadi gue di rampas saat dimotor. Motor yang gue tumpangi memang melaju dengan kecepatan tinggi hanya 40-45km/jam saja, sesaat dirampas gue sempat beberapa kali mengecek hape untuk melihat hasil foto yang didapat. tapi setelah gue menaru hape untuk sekian kali gue sempat berfikir ini hape gue taruh di kantong apa ditas ya?..
mhhh akhirnya gue taro deh di tas biar aman dan tanpa masalah, tanpa gue sadari itu menjadi permasalahan. Jelang beberapa menit dari gue menaruh hape, Para pejambret dan perampok itu langsung menarik tas gue. posisi tas berada di tengah agak ke kanan, Menarik dan langsung deh gue bersama para perampok itu main tarik tarikan akhirnya tali tas pun putus dan para perampok berhasil bawa kabur tas gue. Mmmhhh sungguh dratis banget kan. Keadaan di jalan cukup sepi hanya ada 5motor dan 3motor perampok. Bersyukur mereka tidak membawa senjata tajam dan tidak menusuk dari belakang atau membegal gue atau menembakin gue dengan senjata tajam.

Walau bagaimanapun gue tetap menyesal dan sedih karena kehilangan barang barang berharga seperti dompet isi uang 300rb beserta uang receh, surat surat motor ktp, stnk, sim, npwp, asurasi kesehatan, Kartu Mandiri, Kartu BCA, kartu kartu pengenal jaman SD sampai SMK, foto alay alay gue, tiket nonton, struk belanja alfamart indomaret, pick gitar, surat jaminan gue masih jomblo, surat iuran rt/rw, surat cinta, surat pendaftaran PLN bahkan surat wasiat. mmmhhh itu baru dompet ya belum lagi isi yang lain yaitu, Hape Oppo Neo7 yang baru gue beli 1bulan lalu, cash hape, headseet , Kamera Xiaomi Yi full package yang gue beli 1bulan yang lalu, underwater, tongsis, 3 batraai, cash kamera, kemudian ada Senter gunung dua, kemudian ada perlengkapan obat pribadi gue, dan yang terakhir softex yang baru gue beli di indomaret masih terbungkus rapih... parah yaaa... 

Alhamdulilah itu barang pribadi yang gue miliki hasil jerih payah gue selama 6bulan kerja, menabung, nabung.. apa daya yang namanya musibah gue juga nggak tau. Dari musibah ini gue belajar pengalaman bahwa dalam keadaan traveling jangan membawa barang yang berlebihan dan harus lebih berhati hati karena kejahatan bisa terjadi disekitar kita dimanapun dan kapan pun. 

Jujur setelah kejadian perampokan, gue nggak bisa nangis hanya saja gue trauma, semua tangan hingga kaki gue terus bergetar, tatapan gue kosong seperti memikirkan kejadian yang cukup singkat dan selalu tersimpan dalam memory otak gue sampai sekarang. Bahkan sesampainya dirumah pun masih teringat kejadian itu. Saat gue pejamkan mata, gue berharap ini cuma mimpi atau bukan kejadian sebenernya alias non fiksi hahhaha.. Hampir semalaman gue ngak bisa tidur, gue cuma memikirkan foto foto di Hape gue yang banyak takut di santet, atau di sebar luaskan di dunia maya, takut akun akun aplikasi gue di bajak. Gue harus ikhlas anggap saja gue sedekah dengan orang yang mengambil barang gue, dengan begitu rezeki gue terus mengalir. 

Hari berganti saat nya gue pergi ke Wonosobo untuk melanjutkan perjalanan gue untuk mendaki gunung Sindoro. Mungkn cerita di Gunung Sindoro akan gue ceritain di halaman berikutnya ya guys.. Ya gue rasa kalian harus lebih berhati-hati dalam keadaan traveling. Itu lah kenapa nyokap gue selalu ngelarang gue berpergihan jauh sendiri, karena emang gue terlalu ringkih dan mudah tergoyah.

Pesan gue buat para Jambret yang bahagia mengambil barang pribadi gue.. semoga barang yang loe ambil bisa di jual lagi.. terus barang nya di jaga baik baik kalau emang nggak di jual. Saran gue sih buat para pembaca sebelum jalan-jalan itu adalah dengerin omongan orangtua. Kalau kata orang jawa "ojo ngeyel".


  • Share:

You Might Also Like

0 komentar